Skip to main content

Bapak Pencak Silat | Eddie M. Nalapraya


Eddie M. Nalapraya | sosok Bapak Pencak Silat

Pencak silat adalah seni beladiri tradisional bangsa. Bila ada yang mengatakan silat adalah olahraga kampungan berarti kita menghina diri kita sendiri. (Eddi M. Nalapraya)
Padahal  para pendekar pencak silat itu zaman dulu ikut berjuang melawan penjajah hingga Indonesia merdeka. Mengapa sekarang atlet pencat silat dianaktirikan? (eddi M. Nalapraya)


Coba anda tanyakan kepada para  pesilat Indonesia siapakah tokoh pemersatu para pesilat? Bisa dipastikan jawaban yang muncul akan seragam, yaitu Eddie Marzuki Nalapraya. Cinta pria yang terlihat tetap bersemangat diusianya yang hampir mencapai 80 tahun ini pada pencak silat tidak perlu diragukan lagi.
Kiprah nya di dunia pencak silat terlihat ketika  pada tahun  1978 ia mulai mempersatukan para pendekar silat dalam wadah IPSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia). “Waktu saya diminta untuk memimpin Pengda IPSI DKI pertama kali tahun 1978, saya melihat anak-anak pencak silat kalah pamor dengan atlet dari olahraga bela diri yang lain. Mereka bisa bertanding di tingkat internasional, seperti SEA Games, Asian Games, kejuaraan dunia, dan bahkan Olimpiade. Anak-anak pencak silat tidak seperti itu,” kenangnya. 




Eddy Nalapraya yang waktu itu menjabat sebagai Komandan Skogar Kodam V Jaya, dan karir akhir sebagai wakil gubernur DKI Jaya adalah orang kuat yang bisa mempersatukan pencak silat. Dari tangan nya pencak silat mulai merambah ke wilayah ASEAN dan bahkan dunia. Tak mengherankan apabila beliau terus menerus terpilih sebagai ketua umum PB IPSI sampai menjelang akhir abad XX, sebelum digantikan Prabowo Subianto. Sejak mengurus IPSI yang dilakukannya di tengah kesibukan sebagai Asisten Teritorial (Aster) kemudian Wakil Gubernur DKI Jakarta, Eddy perlahan membangkitkan kepercayaan diri dunia persilatan di Indonesia.
Berbagai kegiatan bersama dengan tujuan meningkatkan persatuan dan sekaligus meningkatkan rasa cinta masyarakat pada pencak silat terus dilakukan, organisasi IPSI terus dibenahi dari hari ke hari, Pertandingan antarperguruan lebih sering digelar, dan di tangannya pencak silat sedikit demi sedikit mulai muncul ke permukaan. Rasa kebanggaan diri para pesilat makin meningkat.
Langkah selanjutnya, beliau  mengembangkan pencak silat di tingkat dunia, para pesilat dari Malaysia dan Singapura diajaknya bergerak bersama. Setelah para pesilat dan orang yang mencintai pencak silat di ketiga negara bersatu, mereka menggelar kejuaraan dunia pada awal 1980-an dan untuk pertama kali nya pencak silat dipertandingkan pada Sea Games 1987. Upayanya agar pencak silat dipertandingkan di ajang Asian Games terus diperjuangkan hnggaa kembali pencak silat dipertandingkan di Asian Games Indoor yang berlangsung pada 2009 di Vietnam.
Sebagai Presiden Persekutuan silat antar bangsa –Persilat-(yang beberapa bulan lalu telah ditinggalkannya), namanya melintasi batas-batas negara. Para pesilat dari Australia, Spanyol, Belanda hingga Amerika Serikat sangat menghormati sosok pria ini. Semua  itu diperoleh lagi-lagi berkat kecintaanya pada pencak silat. Eddy memang tokoh yang dengan penuh percaya diri mengembangkan pencak silat di dunia. Lebih dari itu, ia pula tokoh di balik upaya untuk memperkuat persaudaraan para pesilat di seluruh planet ini.
Pada perayaan ulang tahunnya yang ke-76 pada  tanggal 6 Juni lalu, lebih kurang 300 sahabatnya dari berbagai kalangan pencak silat dalam dan luar negeri, yang sebagian besar adalah pesilat atau setidak-tidaknya penggemar silat hadir di Padepokan Pencak Silat TMII.
Para  sahabat angkat bicara, dengan berbagai komentar memberikan pujian pada kerja keras Eddy M. Nalapraya mempersatukan sekaligus mengembangkan dunia pencak silat. Beliau memang orang yang ramah dan pandai berkomunikasi dan suka bercanda. Dan yang terpenting ia mau datang dan kemudian bersahabat dengan hampir semua perguruan pencak silat di Indonesia. Bahkan persaingan, permusuhan, dan pertikaian antarperguruan silat dengan beragam alasan nyaris hilang di tangan beliau.
Sangat wajar jika salah seorang sahabatnya pada saat itu mengusulkan agar Pak Eddy diberi gelar sebagai Bapak Pencak Silat. Mau tahu apa komentar beliau?
“Untuk apa gelar-gelar, yang penting urus itu pencak silat agar bisa masuk ke semua negara di dunia,” “Saya tidak butuh gelar-gelar, urus itu pencak silat sudah bagus buat saya,” tambah Eddie lagi.
Lagi-lagi yang muncul adalah semangat untuk mengembangkan pencak silat ke seluruh dunia.
Tetapi rupanya keinginan para sahabat tersebut sampai juga ke Istana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada  Jumat (13/8) siang Presiden menganugerahkan Tanda Kehormatan RI  Bintang Mahaputera Pratama untuk baktinya di Pembinaan Olahraga Pencak Silat di Indonesia.
Kini Eddi M. Nalapraya tidak lagi menjabat sebagai Presiden Persilat. Jabatan yang telah disandangnya sekian puluh tahun tersebut (nyaris menjadi jabatan seumur hidup) telah diserahkan kepada Prabowo Subianto pada perhelatan Pencak Silat World Championship di Padepokan Pencak Silat TMII beberapa bulan lalu. Tetapi semangat dan kecintaannya terhadap pencak silat tidak pernah luntur, ini dibuktikan dengan tetap komitmennya beliau mendukung para sahabat silat dalam Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia, baik sebagai sesepuh maupun sebagai pembina.
(ref : dunia pencak silat by ochid aj. disarikan dari berbagai sumber)


Comments

Popular posts from this blog

DAFTAR CABANG/SEKRETARIAT & TEMPAT LATIHAN PENCAK SILAT LBD SINAR PUTIH

sumber grup face book LBD SINAR PUTIH BALIKPAPAN : BPK. DJOKO SUDARSONO, KOMP. BANDAR UDARA SEPINGGAN, BALIKPAPAN KAL-TIM (0542) 65080
BANDA ACEH : BKPN, JL. TENGKU MOLEM NO. 20 BANDA ACEH (0651) 33616
BANDAR LAMPUNG : – BPK. DRS. HENDAYA, JL. JEND. SUDIRMAN 75 PAHOMAN, BANDAR LAMPUNG 0721-266087
- KOMPLEK PERUM. KORPRI BLOK D9 SUKARAME
- JL. DIPONEGORO NO. 144 A TELUK BETUNG, BANDAR LAMPUNG
BANDUNG : JL. SRAGEN NO. 7 ANTAPANI, BANDUNG (022) 70499001
BANGIL : JL. SUPRIYADI NO. 44A POGAR, BANGIL, PASURUAN (0343) 741486- UNIT DERMO : S. BUDIONO, JL. CUCUT 168 BANGIL (0343) 747741 / 747055BANJARMASIN : BPK. HERI HERJADI, FKIP UNIVERSITAS LAMBUNGMANGKURAT, JL. BRIGJEN H. HASAN BASRY (0511) 57364
BANTUL (PUSAT) : BPK. SUSANTO TANUWIJAYA JL. IMOGIRI KM. 5 WOJO, SEWON, BANTUL
BANYUWANGI : BPK. DRG. GARDJITO, JL BRAWIJAYA NO 3 BANYUWANGI 68415 (033) 424478
BATAM : BPK. MOCH. AMINUDIN HADI, TIBAN HOUSING B4-10 RT 01 RW 8, KEC. SEKUPANG, BATAM 29425 (0778) 324344
BIAK : BPK. SIMIN JL. MERPATI NO. 4, BIAK …

PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA)

Profil | Perguruan | PENCAK SILAT PANDAWA

Berikut ini adalah sebuah profil lengkap perguruan pencak silat yang saya kutip dari blog PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA)


About PPS PANDAWA
PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA) P A N D A W A disini mempunyai arti ataupun makna sbb  :         P       :    huruf pertama dari PAMILI         A      :    huruf pertama dari ANU         N      :    huruf pertama dari NUNGTUT D      :    huruf pertama dari DI A      :    huruf pertama dari ALAJAR W    :    huruf pertama dari WALAGRI A      :    huruf pertama dari  ATI
Apabila digabung mempunyai arti  :  Pamili Anu Nungtut Di Alajar Walagri Ati yang diambil dari bahasa Sunda yang mempunyai arti  :  Persaudaraan dalam Ajaran Waras Ati atau Keluarga/Handaitaulan yang menuntut ilmu untuk belajar/berlatih agar Hati menjadi Sehat, Tentram dan Hati menjadi Lurus Suci.
Setelah mengetahui akan arti Pencak Silat Pandawa dan tujuannya, jangan sekali-kali melanggar ajaran dan aturan yang dikeluarkan oleh …

Bang Husin Jawara Golok Seliwa

Profil Guru Silat | Bang Husin | Golok Seliwa | Silat Betawi


Bagi para praktisi dan pemerhati Silat Betawi, umumnya pasti mengenal sosok yang satu ini, BANG HUSIN, jawara, guru besar dan pewaris satu-satunya maenan betawi yang berciri khas keahlian memainkan golok. Goloknya tidak sembarang golok, tapi golok yang ukurannya disesuaikan dengan pemakai. Ukuran standarnya adalah sepanjang lengan bawah  pemakai ditambah 3 jari.
gambar golok



Husin bin Husni, itulah nama beliau, ada yang memanggil Bang Husin, ada juga yang menyebut Babe Husin. Dibalik kehaliannya memainkan golok dengan kecepatan yang sulit diikuti mata, Bang Husin adalah sosok yang ramah, humoris dan cukup gaul.