Skip to main content

JURUS DAN APLIKASI DALAM SILAT


Banyak orang beranggapan bahwa jurus dilatih supaya bisa melakukan aplikasi. Banyak orang belajar silat dengan berlatih jurus semata-mata untuk bisa melakukan aplikasi, sehingga kita sering mendengar pernyataan : “aplikasi jurus nya adalah seperti ini”. Atau pertanyaan : “bagaimana aplikasi dari jurus itu?”. Karena hal itu sudah sangat umum, maka jadilah itu suatu “kebenaran” atau paling tidak “dianggap sebuah kebenaran”.
Sudah sangat umum dan kerap terjadi bahwa belajar silat itu indetik dngan berlatih jurus dan aplikasi nya. Sehingga selalu lah kita mendengar dan melihat proses pembelajaran silat yang menjemukan. Konsep-konsep yang tampak nya benar padahal menyesatkan. “Jurus ini adalah aplikasi nya begini, serangan seperti ini diantisipasi dengan jurus ini, pukulan ini untuk ini, gerakan itu untuk itu, tangkisan seperti ini untuk menangkis tendangan itu, dan sebagainya”.

Apabila anda belajar silat seperti itu, atau mengajar silat semacam itu maka kasihanilah diri anda sendiri, dan merana lah pencak silat untuk selama nya karena sepuluh atau seratus tahun lagi pencak silat akan menjelma menjadi robot dengan perintah elektronik.
Pertanyaannya, kenapa guru-guru silat (tradisional) kita juga menerapakan metode pembelajaran seperti itu? Jawabannya adalah ini semata fenomena mutahkhir saat ini. Di mana perkembangan pencak silat makin marak, semangat menyebarluaskan pencak silat, dan murid-murid jaman sekarang yang “cerdas-cerdas dan kritis”, yang selalu bertanya.
Guru silat yang masih menerapkan metode pembelajaran “kuno” akan tidak laku dan ditunggalkan para murid yang kritis dan cerdas-cerdas tersebut. Dulu, jaman para guru dan orang tua kita belajar silat, ada keyakinan “tabu” untuk bertanya. Mereka hanya menurut apa yang diperintahkan guru nya. Belajar dengan serius dan tekun tanpa banyak bertanya, berusaha “mengerti” tidak Cuma “sekedar bisa”. Sehingga banyak lah kita kenal para tokoh, sesepuh dan guru silat kita yang keahliannya sangat, sangat mumpuni.
Perkembangan saat ini, guru harus mengikuti trend. Murid-murid sekarang kritis dan selalu bertanya, tidak bisa lagi diterapkan metode “kuno” tersebut. Guru harus bisa menjawab setiap pertanyaan dan kasus yang dipersoalkan para murid nya. Kalau tidak maka mereka akan pergi karena “belajar silat di aliran itu dengan guru itu tidak menarik, membosankan, tidak dijelaskan aplikasi dan tidak boleh bertanya macam-macam”.
Jadi sudah menjadi anggapan lumrah saat ini bahwa “belajar silat adalah belajar aplikasi”. Apakah hal ini lama-kelamaan tidak akan mengebiri pencak silat sendiri? Jawabannya tentu saja “YA”.
Silat memang seni bela diri, untuk membela diri dan berkelahi. Itu benar dan memang benar. Tetapi ada hal lain yang kerap dilupakan bahwa pencak silat itu sangat kental dengan unsur-unsur filosofis, kaedah dan adat budaya. Bisa aplikasi dan bisa berkelahi hanyalah salah satu unsur dari hasil pembelajaran, bukan satu-satu nya. Oleh karena itulah kita mengenal istilah “kaedah dalam sailat”, juga pitutur yang mengharuskan kita untuk “mengerti tidak Cuma sekedar bisa”.
Anda yang sudah memahami kaedah, mengerti, tentu otomatis bisa. Anda yang sudah bisa belum tentu mengerti.
Salah satu contoh adalah gerakan suliwa/seliwa. Ini sebenar nya adalah suatu kaedah, bukan semata gerakan yang bersilangan atau berlawanan. Dalam tahap awal pembelajaran –dalam aliran silat sunda dan betawi misal nya- kita berlatih gerakan suliwa adalah untuk “bisa” mengantisipasi gerakan jurus (serangan lurus dengan tangan dan kaki yang sama). Suliwa digunakan untuk menghindar lalu menyerang balik, ini pelajaran dasar. Karena aplikasi gerak/jurus suliwa bisa menghindari serangan pukulan/tendangan. “Menghindar dan berlawanan”, ini lah kaedah yang harus kita mengerti. Filosofi yang terkandung di dalam nya sangat dalam dan luas.
Dalam kehidupan ini gerakan/kaedah suliwa sangat applicable. Bukankah kita diajarkan untuk menghindari perbuatan buruk, menghindari sengketa, menjauhi permasalahan? Dan bukankah alam semesta serta isi nya ini selalu berpasangan dan “berlawanan?”.
Latihlah gerakan suliwa sampai mahir, kuasailah teknik nya, tapi jangan lupa untuk memahami dan mengerti kaedah dan filosofi nya. Bertanyalah tentang isi dan makna bukan semata aplikasi pertarungan, maka para guru akan dengan senang hati memberikan penjelasan dan berbangga hati karena mempunyai murid yang akan mewarisi nilai-nilai luhur pencak silat. Jadi kalau kita masih saja menemukan guru yang mengajar dengan metode “jalani aja dulu, nanti lama-lama juga bisa”, bukan berarti guru tersebut kuno dan pelit aplikasi, hanya saja kita perlu merobah pertanyaan kita.
Dengan memahami dan mengerti sedalam-dalam nya kaedah gerakan suliwa, maka aplikasi yang kita butuhkan akan mengalir dan keluar dengan sendiri nya dalam situasi dan kondisi pertarungan apa pun, karena kita sudah tidak terjebak lagi dengan konsep-konsep baku suatu pertarungan.
Angka “NOL” yang nilai nya kosong lah yang menentukan apakah uang kita nilai nya seribu trilyun atau Cuma satu rupiah saja.

forum silat

Comments

  1. pembahasan seperti inilah yang jarang ditemui oleh para praktisi pencak silat dewasa ini.semoga ini dapat menjadi titik tolak untuk kembali mempelajari silat bukan hanya soal jurus dan aplikasinya saja.

    ReplyDelete
  2. Di jakarta timur udah ada blm ya..

    ReplyDelete

Post a Comment

terima kasih telah berkunjung ke FORUM SILAT dan membaca artikel ini. Sangat menyenangkan apabila ada jejak yang tertinggal berupa komentar, saran maupun kritik, sehingga kita lebih dapat saling mengenal. So, jangan ragu untuk berkomentar di sini

Popular posts from this blog

PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA)

Profil | Perguruan | PENCAK SILAT PANDAWA

Berikut ini adalah sebuah profil lengkap perguruan pencak silat yang saya kutip dari blog PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA)


About PPS PANDAWA
PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA) P A N D A W A disini mempunyai arti ataupun makna sbb  :         P       :    huruf pertama dari PAMILI         A      :    huruf pertama dari ANU         N      :    huruf pertama dari NUNGTUT D      :    huruf pertama dari DI A      :    huruf pertama dari ALAJAR W    :    huruf pertama dari WALAGRI A      :    huruf pertama dari  ATI
Apabila digabung mempunyai arti  :  Pamili Anu Nungtut Di Alajar Walagri Ati yang diambil dari bahasa Sunda yang mempunyai arti  :  Persaudaraan dalam Ajaran Waras Ati atau Keluarga/Handaitaulan yang menuntut ilmu untuk belajar/berlatih agar Hati menjadi Sehat, Tentram dan Hati menjadi Lurus Suci.
Setelah mengetahui akan arti Pencak Silat Pandawa dan tujuannya, jangan sekali-kali melanggar ajaran dan aturan yang dikeluarkan oleh …

Bang Husin Jawara Golok Seliwa

Profil Guru Silat | Bang Husin | Golok Seliwa | Silat Betawi


Bagi para praktisi dan pemerhati Silat Betawi, umumnya pasti mengenal sosok yang satu ini, BANG HUSIN, jawara, guru besar dan pewaris satu-satunya maenan betawi yang berciri khas keahlian memainkan golok. Goloknya tidak sembarang golok, tapi golok yang ukurannya disesuaikan dengan pemakai. Ukuran standarnya adalah sepanjang lengan bawah  pemakai ditambah 3 jari.
gambar golok



Husin bin Husni, itulah nama beliau, ada yang memanggil Bang Husin, ada juga yang menyebut Babe Husin. Dibalik kehaliannya memainkan golok dengan kecepatan yang sulit diikuti mata, Bang Husin adalah sosok yang ramah, humoris dan cukup gaul.

DAFTAR CABANG/SEKRETARIAT & TEMPAT LATIHAN PENCAK SILAT LBD SINAR PUTIH

sumber grup face book LBD SINAR PUTIH BALIKPAPAN : BPK. DJOKO SUDARSONO, KOMP. BANDAR UDARA SEPINGGAN, BALIKPAPAN KAL-TIM (0542) 65080
BANDA ACEH : BKPN, JL. TENGKU MOLEM NO. 20 BANDA ACEH (0651) 33616
BANDAR LAMPUNG : – BPK. DRS. HENDAYA, JL. JEND. SUDIRMAN 75 PAHOMAN, BANDAR LAMPUNG 0721-266087
- KOMPLEK PERUM. KORPRI BLOK D9 SUKARAME
- JL. DIPONEGORO NO. 144 A TELUK BETUNG, BANDAR LAMPUNG
BANDUNG : JL. SRAGEN NO. 7 ANTAPANI, BANDUNG (022) 70499001
BANGIL : JL. SUPRIYADI NO. 44A POGAR, BANGIL, PASURUAN (0343) 741486- UNIT DERMO : S. BUDIONO, JL. CUCUT 168 BANGIL (0343) 747741 / 747055BANJARMASIN : BPK. HERI HERJADI, FKIP UNIVERSITAS LAMBUNGMANGKURAT, JL. BRIGJEN H. HASAN BASRY (0511) 57364
BANTUL (PUSAT) : BPK. SUSANTO TANUWIJAYA JL. IMOGIRI KM. 5 WOJO, SEWON, BANTUL
BANYUWANGI : BPK. DRG. GARDJITO, JL BRAWIJAYA NO 3 BANYUWANGI 68415 (033) 424478
BATAM : BPK. MOCH. AMINUDIN HADI, TIBAN HOUSING B4-10 RT 01 RW 8, KEC. SEKUPANG, BATAM 29425 (0778) 324344
BIAK : BPK. SIMIN JL. MERPATI NO. 4, BIAK …