Skip to main content

Menjaga keutuhan | tradisi | pencak silat | tradisional

ini juga tulisan lama saya di Feb 2011 pada blog yang juga sudah almarhum


“Lain lubuk lain belalang, lain daerah lain tradisi dan adat budaya.”
Satu hal yang menjadi benang merah kesamaan antara pencak silat tradisional di Indonesia adalah : bahwa pencak silat lahir dari adat dan budaya masyarakat. Oleh karena itu banyak sekali makna tersirat dalam pencak silat, salah satu nya adalah ritual/tradisi yang menyertai dalam beberapa tahapan proses belajar di dalam nya.
Setiap aliran mempunyai tata cara masing-masing, ada talek, khataman, keceran, ngonde, ngurut, dan sebagai nya. Tentu saja masing-masing mempunyai perbedaan pula dalam pelaksanaannya, ritual nya. Kesamaan makna yang menjadi pengikat adalah makna filosofis yang terkandung di dalam nya.


Kong Sakam (tengah)
Salah satu perguruan yang masih memegang teguh tradisi ini adalah PERGURUAN SILAT CINGKRIK RAWA BELONG KOTA DEPOK. Perguruan pencak silat Betawi ini walau pun menggunakan nama RAWA BELONG, tetapi terletak di Kota Depok, didirikan dan dikembangkan oleh Kong Sakam, tokoh pencak silat asli Depok yang sejaman dengan Kong Goning dan Komg Sinan. Dinamakan Perguruan Silat Cingkrik rawa Belong Depok, karena sesuai amanat dari Kong Sakam untuk mengingat sejarah bahwa Kong Sakam belajar dan mendapatkan ilmu silat Cingkrik ini dari Rawa Belong. Kong Sakam adalah salah satu tokoh Cingkrik angkatan ketiga yang merupakan saudara seperguruan dari Kong Sinan.
Salah satu Tradisi tahunan di perguruan ini adalah “mulang sarat”, yaitu semacam pelantikan dan pengesahan anggota baru perguruan yang  dilaksanakan pada Bulan Maulid (tahun ini bertepatan dengan tanggal 17 Februari 2011.)
Tradisi ini sangat kental nuansa islami dan persaudaraan. Dipimpin oleh seortang ustadz, didahului dengan pembacaan doa, diisi dengan nasehat dan penjelasan akan makna filosofis tradisi ini.
Berikut sedikit catatan pelaksanaan tradisi ini yang kebetulan tadi malam sempat saya hadiri :
Mulang sarat adalah tradisi penerimaan anggota perguruan yang ditandai dengan : 1. penyambutan, 2. Ngebeset ayam bakar, 3. Pengurutan dan tutu mata
  1. Penyambutan dilakukan di awal acara oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan doa dan nasehat oleh Bapak Ustadz, nama-nama para anggota baru disebutkan satu persatu.
  2. Ngebeset ayam bakar. Berasal dari kata beset (huruf “e” pertama dilafalkan seperti pengucapan kata “keluh”, huruf “e” kedua dilafalkan seperti mengucapkan kata “raket”). Beset sendiri dalam aliran silat ini berupa satu gerakan tangan  yang selalu ada dalam jurus-jurus Cingkrik.  Makna filosofis dari tradisi ini adalah : Ayam jago muda melambangkan generasi muda yang gagah, kuat, dan hebat. Ayam jago yang mati bermakna : segagagh, sekuat dan sehebat apapun setiap orang pasti akan mati, oleh karena itu kita tidak boleh sombong. Tata cara ngebeset ini sebagai berikut : Dengan komando Pak Ustadz (didahului dengan doa), para calon anggota baru serentak menarik kedua paha ayam ke arah berlawanan dan harus putus seketika. Makna nya adalah, diharapkan mereka kelak akan menjadi pesilat yang tangkas, cepat, kuat, dan tepat. Setalah itu dilanjutkan dengan mengoyak seluruh bagian dari ayam bakar tadi, yang bermakna dalam menghadapi lawan harus sampai tuntas. Makna lebih dalam adalah supaya kita bisa menyelesaikan setiap masalah dengan tuntas.
  3. Pengurutan dilakukan setelah acara ngebeset selesai. Dilakukan oleh guru dan murid senior yang dipilih. Pengurutan ini tidak sebatas untuk para anggota baru saja, tetapi berlaku untuk seluruh hadirin. Makna nya : ini merupakan lambang ikatan persaudaraan dan sikap kekeluargaan terhadap semua tamu yang hadir. Sarana yang digunakan adalah minyak kelapa murni yang dibuat dengan syarat-syarat : berbahan 7 buah kelapa, di mana satu buah di antara nya adalah buah kelapa yang NUNGGAL, yaitu hanya ada satu buah dalam satu tangkai, dan harus yang menghadapi kiblat. Makna filosofis : 1. Sangat sulit mencari nya yang berarti dalam hidup ini kita memerlukan perjuangan untuk mendapatkan sesuatu, 2. Nunggal atau Tunggal melambangka Allah Tuhan Yang Maha Esa, 3. Menghadapi kiblat melambangkan SHOLAT. Ketujuh buah kelapa ini kemudian diolah menjadi minyak dengan syarat, yang mengolah adalah seorang nenek yang tidak pernah lepas (dan tidak boleh putus) dari berzikir dan membaca sholawat dalam masa proses pengolahan. Makna nya adalah kita harus selalu mengingat yang maha kuasa. Minyak kelapa murni juga mengandung khasiat untuk kesehatan dan kehalusan kulit, jadi sangat bermanfaat bagi tubuh.
  4. Tutu mata, atau dalam bahasa lain disebut juga kecer adalah meneteskan mata para murid (juga berlaku untuk semua hadirin) dengan cairan yang diramu khusus oleh Guru Besar silat ini. Tujuannya untuk membersihkan kotoran pada mata dan menghilangkan penyakit. Makna filosofis lainnya adalah adanya kewajiban untuk selalu membersihkan diri lahir dan batin
Itukah beberapa catatan yang dapat saya rangkum dari acara tadi malam.
Satu hal yang menurut saya cukup penting untuk dicatat adalah bahwa tradisi semacam ini mempunyai makna yang luas dan dalam untuk perguruan itu sendiri, yaitu adanya ikatan batin antara murid dan perguruan, murid dengan guru, dan sesama murid. Pencak silat tradisional yang lahir dari adat istiadat dan budaya masyarakat tentu tidak bisa lepas dari tradisi. Tradisi yang dilakukan dengan penghayatan dan pengejawantahan akan makna yang terkandung didalam nya akan mampu menghidupi “ruh” perguruan dan silat itu sendiri. Pencak silat yang dimaknai semata-semata hanya sebagai gerak badan untuk membela diri akan kehilangan ruh nya. Kalau itu sampai terjadi, lantas apa bedanya Pencak Silat Tradisional dengan cara berkelahi preman jalanan?
Mari kita jaga tradisi dalam kehidupan pencak silat tradisional kita
Wassalam
forum silat




Comments

Popular posts from this blog

PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA)

Profil | Perguruan | PENCAK SILAT PANDAWA

Berikut ini adalah sebuah profil lengkap perguruan pencak silat yang saya kutip dari blog PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA)


About PPS PANDAWA
PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA) P A N D A W A disini mempunyai arti ataupun makna sbb  :         P       :    huruf pertama dari PAMILI         A      :    huruf pertama dari ANU         N      :    huruf pertama dari NUNGTUT D      :    huruf pertama dari DI A      :    huruf pertama dari ALAJAR W    :    huruf pertama dari WALAGRI A      :    huruf pertama dari  ATI
Apabila digabung mempunyai arti  :  Pamili Anu Nungtut Di Alajar Walagri Ati yang diambil dari bahasa Sunda yang mempunyai arti  :  Persaudaraan dalam Ajaran Waras Ati atau Keluarga/Handaitaulan yang menuntut ilmu untuk belajar/berlatih agar Hati menjadi Sehat, Tentram dan Hati menjadi Lurus Suci.
Setelah mengetahui akan arti Pencak Silat Pandawa dan tujuannya, jangan sekali-kali melanggar ajaran dan aturan yang dikeluarkan oleh …

DAFTAR CABANG/SEKRETARIAT & TEMPAT LATIHAN PENCAK SILAT LBD SINAR PUTIH

sumber grup face book LBD SINAR PUTIH BALIKPAPAN : BPK. DJOKO SUDARSONO, KOMP. BANDAR UDARA SEPINGGAN, BALIKPAPAN KAL-TIM (0542) 65080
BANDA ACEH : BKPN, JL. TENGKU MOLEM NO. 20 BANDA ACEH (0651) 33616
BANDAR LAMPUNG : – BPK. DRS. HENDAYA, JL. JEND. SUDIRMAN 75 PAHOMAN, BANDAR LAMPUNG 0721-266087
- KOMPLEK PERUM. KORPRI BLOK D9 SUKARAME
- JL. DIPONEGORO NO. 144 A TELUK BETUNG, BANDAR LAMPUNG
BANDUNG : JL. SRAGEN NO. 7 ANTAPANI, BANDUNG (022) 70499001
BANGIL : JL. SUPRIYADI NO. 44A POGAR, BANGIL, PASURUAN (0343) 741486- UNIT DERMO : S. BUDIONO, JL. CUCUT 168 BANGIL (0343) 747741 / 747055BANJARMASIN : BPK. HERI HERJADI, FKIP UNIVERSITAS LAMBUNGMANGKURAT, JL. BRIGJEN H. HASAN BASRY (0511) 57364
BANTUL (PUSAT) : BPK. SUSANTO TANUWIJAYA JL. IMOGIRI KM. 5 WOJO, SEWON, BANTUL
BANYUWANGI : BPK. DRG. GARDJITO, JL BRAWIJAYA NO 3 BANYUWANGI 68415 (033) 424478
BATAM : BPK. MOCH. AMINUDIN HADI, TIBAN HOUSING B4-10 RT 01 RW 8, KEC. SEKUPANG, BATAM 29425 (0778) 324344
BIAK : BPK. SIMIN JL. MERPATI NO. 4, BIAK …

Bang Husin Jawara Golok Seliwa

Profil Guru Silat | Bang Husin | Golok Seliwa | Silat Betawi


Bagi para praktisi dan pemerhati Silat Betawi, umumnya pasti mengenal sosok yang satu ini, BANG HUSIN, jawara, guru besar dan pewaris satu-satunya maenan betawi yang berciri khas keahlian memainkan golok. Goloknya tidak sembarang golok, tapi golok yang ukurannya disesuaikan dengan pemakai. Ukuran standarnya adalah sepanjang lengan bawah  pemakai ditambah 3 jari.
gambar golok



Husin bin Husni, itulah nama beliau, ada yang memanggil Bang Husin, ada juga yang menyebut Babe Husin. Dibalik kehaliannya memainkan golok dengan kecepatan yang sulit diikuti mata, Bang Husin adalah sosok yang ramah, humoris dan cukup gaul.