Skip to main content

Profil Perguruan Silat | Perguruan Silat Bina Saluyu

Perguruan Silat Bina Saluyu | Profil perguruan dan tampat latihan silatnya

Profil perguruan seperti ini yang perlu dibuat oleh perguruan-perguruan silat agar masyarakat lebih mudah untuk mengenalnya. Mudah-mudahan makin banyak Perguruan Silat yang membuat profil perguruan secara sistematis dan deskriptif

data diambil dari facebook perguruan silat bina saluyu


I. SEJARAH SINGKAT PERGURUAN SILAT BINA SALUYU
 Perguruan Silat Bina Saluyu, adalah sebuah
organisasi Pencak Silat yang didirikan oleh M. Juju Juarsah dan Onong Suganda. Pada proses pendirian Perguruan Silat Bina Saluyu awalnya hanyalah sekumpulan para pencinta seni beladiri Pencak Silat yang terdiri dari 10 orang remaja dan 6 orang anak-anak yang didasari oleh dukungan penuh para orangtua hingga akhirnya berhasil mencetuskan satu gagasan yang bersejarah dimana untuk mengawali eksistensinya sebuah perguruan yang kuat dan kokoh. Perguruan ini pertama kali bentuk di RRI Bogor pada tanggal 12 Juli 1979 dengan nama perguruan Wargi Saputra yang kemudian membetuk cabang pertama di Pulo Geulis pada tanggal 15 April 1980 cabang inilah yang tumbuh pesat, oleh karna didalam perkembangannya yang telah meluas keberbagai wilayah seperti : 1. Pada tanggal 25 Mei 1981 cabang I di Kampung Sawah 2. Pada tanggal 4 Oktober 1991 cabang II di Suka Jadi 3. Pada tanggal 9 April 1982 mendirikan cabang di Kampung Binong Maka selanjutnya organisasi ini memutuskan untuk mengadakan musyawarah pembentukan pengurusan baru yang diadakan pada tanggal 7 s/d 10 Juli 1982 serta menetapkan dan disyahkannya Perguruan Silat Wargi Saputra menjadi Perguruan Silat Bina Saluyu, nama Bina Saluyu sesungguhnya tidak dimaksudkan dalam pendiriannya sebagai satu aliran melainkan sebagai fungsi cara melindungi diri. Demikian pula dengan penggunaan nama Bina Saluyu merupakan satu cita-cita luhur dari Abah Mandra guru dari pendiri perguruan silat Bina Saluyu agar dapat mengembangkan seni budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang berada di Jawa Barat. Akhirnya pada Tanggal 12 Juli 1982 Perguruan Silat Bina Saluyu disyahkan oleh Ketua IPSI Kota Bogor. 


 II. TUJUAN PERGURUAN SILAT BINA SALUYU 

 Pada hakekatnya Perguruan Silat Bina Salyu mempunyai tugas dan tujuan sebagai berikut : 1. Melestarikan warisan seni budaya bangsa yang bernilai luhur, serta mengembangkan seni budaya tersebut hingga manfaatnya dapat dinikmati oleh masyarakat luas dan mengangkat harkat dan martabat bangsa. 2. Mengembangkan, melestarikan dan memasyarakatkan pencak silat, khususnya pencak silat Tradisi/seni 3. Menanamkan rasa cita tanah air dan menghargai terhadap budaya bangsa sendiri pada generasi muda dalam memperkokoh rasa bangga sehingga menjadi benteng yang kokoh terhadap masuknya budaya asing 4. Menjadikan pencak silat sebagai kebanggaan nasional serta semakin dikenal dan diminati dunia Internasional.

 III. TEKNIK DAN ALIRAN PERGURUAN SILAT BINA SALUYU

 Dalam upaya melestarikan, mengembangkan dan memasyarakatkan pencak silat tradisi/seni perguruan silat Bina Saluyu menghimpun berbagai corak dan ragam aliran yang ada di Kota Bogor, berdasarkan tujuan tersebut perguruan Silat Bina Saluyu mengembangkan serta melestarikan aliran-aliran sebagai berikut: 1. Aliran Cimande 2. Aliran Sera 3. Aliran Syahbandar Dari ketiga aliran tersebut perguruan silat Bina Saluyu mengembangkan gerakan-gerakan yang memperhitungkan segi anatomis, tidak bertele-tele sesuai dengan pungsi dan kebutuhan penggunaannya. Dengan sifat serta ciri tersebut, tidaklah berlebihan bila teknik perguruan silat Bina Saluyu disebut teknik Silat Tradisi/seni yang menitik beratkan kepada empat aspek pencak silat yatu : 1. Aspek Mental Spiritual 2. Aspek Bela Diri 3. Aspek Seni 4. Aspek Olah Raga SISTEM PENDIDIKAN 1. Pada dasarnya teknik-teknik serta system pendidikan Perguruan Silat Bina Saluyu menerapkan system yang praktis dengan pengenalan teknik serta pengembangannya secara langsung dari awal pendidikan dasar. Sistem pendidikan Perguruan silat Bina saluyu dapat digolongkan atau gambarkan sebagai berikut : a. pengenalan dasar teknik b. penguasaan teknik c. peningkatan dan refleksi d. kematangan dan keyakinan atas teknik 2. Sebagai ilmu bela diri yang bercirikan kedaerahan juga segi bela dirinya mempunyai sifat yang tidak lepas dari aspek mental spriritual yaitu aspek yang dibutuhkan kematangan jiwa dan budi pekerti luhur 3. Masing-masing tingkatan selain mempelajari teknik silat tradisi dan olah raga perguruan silat Bina Saluyu mempelajari beladiri tangan kosong dan senjata seperti a. Golok b. Trisula c. Tongkat d. Pisau

 IV. TINGKATAN DALAM PERGURUAN SILAT BINA SALUYU

 Sesuai dengan tingkat pemahaman dan penguasaan atas teknik, diberikan tahapan tingkatan sebagai berikut : 1. Tingkatan Sabuk Tingkatan ini terdiri dari 8 tingkat, yang tiap tingkat secara normal ditempuh dalam 1 tahun dengan urutan sabuk sebagai berikut - Tingkat 1 dengan sabuk KUNING - Tingkat 2 dengan sabuk ORANYE - Tingkat 3 dengan sabuk HIJAU - Tingkat 4 dengan sabuk BIRU - Tingkat 5 dengan sabuk COKLAT - Tingkat 6 dengan sabuk HITAM TINGKATAN KHUSUS - HITAM STRIP HIJAU - HITAM STRIP BIRU - HITAM STRIP MERAH 

SEKRETARIAT PUSAT 

Jl. Riau Bawah No. 6 Rt. 01/03 Kel. Baranag Siang Kec Bogor Timur Kota Bogor - Jawa Barat Indonesia C.P Bapak Juju Juarsah (Dewan Guru Perguruan Silat Bina Saluyu) +6285811861339 Yahya Sopian (Cahya) +628561015197 Fitra +628179052568 Budi Arsa +6285693809200

Comments

Popular posts from this blog

DAFTAR CABANG/SEKRETARIAT & TEMPAT LATIHAN PENCAK SILAT LBD SINAR PUTIH

sumber grup face book LBD SINAR PUTIH BALIKPAPAN : BPK. DJOKO SUDARSONO, KOMP. BANDAR UDARA SEPINGGAN, BALIKPAPAN KAL-TIM (0542) 65080
BANDA ACEH : BKPN, JL. TENGKU MOLEM NO. 20 BANDA ACEH (0651) 33616
BANDAR LAMPUNG : – BPK. DRS. HENDAYA, JL. JEND. SUDIRMAN 75 PAHOMAN, BANDAR LAMPUNG 0721-266087
- KOMPLEK PERUM. KORPRI BLOK D9 SUKARAME
- JL. DIPONEGORO NO. 144 A TELUK BETUNG, BANDAR LAMPUNG
BANDUNG : JL. SRAGEN NO. 7 ANTAPANI, BANDUNG (022) 70499001
BANGIL : JL. SUPRIYADI NO. 44A POGAR, BANGIL, PASURUAN (0343) 741486- UNIT DERMO : S. BUDIONO, JL. CUCUT 168 BANGIL (0343) 747741 / 747055BANJARMASIN : BPK. HERI HERJADI, FKIP UNIVERSITAS LAMBUNGMANGKURAT, JL. BRIGJEN H. HASAN BASRY (0511) 57364
BANTUL (PUSAT) : BPK. SUSANTO TANUWIJAYA JL. IMOGIRI KM. 5 WOJO, SEWON, BANTUL
BANYUWANGI : BPK. DRG. GARDJITO, JL BRAWIJAYA NO 3 BANYUWANGI 68415 (033) 424478
BATAM : BPK. MOCH. AMINUDIN HADI, TIBAN HOUSING B4-10 RT 01 RW 8, KEC. SEKUPANG, BATAM 29425 (0778) 324344
BIAK : BPK. SIMIN JL. MERPATI NO. 4, BIAK …

PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA)

Profil | Perguruan | PENCAK SILAT PANDAWA

Berikut ini adalah sebuah profil lengkap perguruan pencak silat yang saya kutip dari blog PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA)


About PPS PANDAWA
PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA) P A N D A W A disini mempunyai arti ataupun makna sbb  :         P       :    huruf pertama dari PAMILI         A      :    huruf pertama dari ANU         N      :    huruf pertama dari NUNGTUT D      :    huruf pertama dari DI A      :    huruf pertama dari ALAJAR W    :    huruf pertama dari WALAGRI A      :    huruf pertama dari  ATI
Apabila digabung mempunyai arti  :  Pamili Anu Nungtut Di Alajar Walagri Ati yang diambil dari bahasa Sunda yang mempunyai arti  :  Persaudaraan dalam Ajaran Waras Ati atau Keluarga/Handaitaulan yang menuntut ilmu untuk belajar/berlatih agar Hati menjadi Sehat, Tentram dan Hati menjadi Lurus Suci.
Setelah mengetahui akan arti Pencak Silat Pandawa dan tujuannya, jangan sekali-kali melanggar ajaran dan aturan yang dikeluarkan oleh …

Bang Husin Jawara Golok Seliwa

Profil Guru Silat | Bang Husin | Golok Seliwa | Silat Betawi


Bagi para praktisi dan pemerhati Silat Betawi, umumnya pasti mengenal sosok yang satu ini, BANG HUSIN, jawara, guru besar dan pewaris satu-satunya maenan betawi yang berciri khas keahlian memainkan golok. Goloknya tidak sembarang golok, tapi golok yang ukurannya disesuaikan dengan pemakai. Ukuran standarnya adalah sepanjang lengan bawah  pemakai ditambah 3 jari.
gambar golok



Husin bin Husni, itulah nama beliau, ada yang memanggil Bang Husin, ada juga yang menyebut Babe Husin. Dibalik kehaliannya memainkan golok dengan kecepatan yang sulit diikuti mata, Bang Husin adalah sosok yang ramah, humoris dan cukup gaul.