Skip to main content

SIAPA butuh SIAPA?

satu lagi tulisan lama saya

“Kemajuan teknologi komunikasi dengan mudah nya akses internet membawa pengaruh yang signifikan dalam perkembangan pencak silat. Apa itu?”
forum silat | media informasi pencak silat

Saat ini sangat mudah kita menemukan tulisan, foto, video, bahkan forum diskusi di internet tentang pencak silat, mudah dan banyak sekali. Para penggiat pencak silat pun berbondong-bondong mengusung tema : PROMOSI PENCAK SILAT. Semua berlomba dengan gaya bahasa dan jalan masing-masing, euforia kita bisa saksikan di facebook misal nya, ada berapa banyak GROUP dan PAGE tentang SILAT, di kaskus, dan di satu forum diskusi terbesar saat ini :SAHABAT SILAT.
Kita beramai-ramai dengan semangat tinggi berlomba mengusung tema : PELESTARIAN PENCAK SILAT, bahkan ada yang sampai berpendapat bahwa suatu saat pencak silat akan punah dari bumi Nusantara. Maka dengan semangat ’45 :D dicanangkanlah PROGRAM TANGGAP DARURAT PELESTARIAN PENCAK SILAT.
Seolah-olah pencak silat itu akan segera “mati”. Benarkah demikian?

Saya mungkin satu dari sedikit orang yang berpendapat bahwa pencak silat selama nya tidak akan punah dan tidak akan mati. Kalau memang pencak silat akan punah, kenapa baru sekarang kekhawatiran itu muncul? bukankah pencak silat sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu? Toh, fakta nya sampai saat ini kita msih bisa “menikmati” nya.
Para pendahulu kita kan tidak mengenal internet, youtube apa lagi. Coba simak, apakah Silek Minang yang kita kenal sekarang hasil dari kegiatan promosi dan kampanye besar-besaran pada masa lalu? padahal menurut riwayat, silek Minang sudah ada sejak jaman nenek moyang
masyarakat Minang dari Gunung Merapi,Pariangan, Tanah Datar,  pada abad XI. Begitu pula dengan Cimande yang “diciptakan” oleh Abah Khaer pada abad 18 yang lalu, Cikalong ciptaan Rd. H Ibrahim, Cingkrig buah cipta Ki Maing, dan lain-lain.
Tidak ada kekhawatiran para pendahulu kita bahwa pencak silat akan punah, malah terbukti sampai sekarang justru makin berkembang. Bahkan saya tidak pernah mendengar kalau pada masa lalu ada kegiatan kampanye pencak silat seperti sekarang ini.
Yang kita saksikan saat ini hanyalah satu hal : pencak silat tidak/belum menjadi bagian dari kebanggan masyarakat, belum ada rasa memiliki terhadap pencak silat, dan itu disebabkan oleh beberapa faktor. Beberapa faktor tersebut menurut saya adalah :
  1. Banyak dari kalangan pesilat sendiri yang merusak image silat, seperti tawuran, preman, klenik (3 hal ini yang paling sering saya dengar)
  2. Para atlet pencak silat makin merosot prestasi nya. Hal ini tentu besar pengaruh nya, karena prestasi olahraga bisa menjadi salah satu kebanggaan masyarakat.
Dua faktor di atas menurut saya yang menjauhkan masyarakat dari pencak silat, terutama di kota besar. Padahal di kampung-kampung dan desa-desa, pencak silat tetap marak kehidupannya, yang bahkan jauh dari hingar-bingar diskusi di internet. Bahkan pada masa lalu pun pencak silat begitu dihargai oleh masyarakat. Kita masih ingat bahwa anak-anak Betawi sekitar tahun 80-an ke belakang kudu belajar maen pukulan. Di Jawa Barat setiap ada pesta (pernikahan maupun panen) selalu ada acara hiburan ibing pencak, begitupun didaerah lain : Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dll.
Jadi kesimpulannya pencak silat tidak akan pernah mati, tidak akan punah sampai kapanpun. Karena pencak silat lahir dari budaya dan kehidupan masyarakat, jadi akan terus hidup di tengah masyarakat.
Mengenai kritik yang sering dilontarkan (bahkan oleh sesama aktivis silat), bahwa silat -tradisional- itu tertutup sehingga lama kelamaan akan punah; merupakan pernyataan yang naif dan kritik yang tidak berdasar. Apa masalahnya kalau silat tradisional itu tertutup? Kenapa kita harus dipaksa membuka pakaian ditengah keramaian? adakah hukum KEHARUSAN untuk itu?
Lebih jauh lagi saya menilai, sekaligus bertanya, apakah benar begitu? apakah karena tertutup lantas pencak silat akan punah? Sudah menjadi adat dan budaya masyarakat tradisional kita untuk tidak “pamer”,  begitu pula hal nya dengan pencak silat. Tertutup tidak berarti mengisolasi diri, tertutup tentu dengan batasan-batasan tertentu. Jadi harus pintar-pintar nya kita melakukan pendekatan. Bukan lantas memvonis bahwa silat yang tertutup akan menyebabkan kepunahan.
Di sini saya perlu menegaskan sikap bahwa dengan tulisan ini tidak berarti saya anti kampanye dan promosi pencak silat. Sebalik nya, saya adalah salah satu dari sekian aktivis FP2STI yang selalu berada di depan dalam mengkampanyekan pencak silat untuk dijaga dan dikembangkan. Perbedaannya adalah, saya fokus kepada sosialisasi pengenalan pencak silat ke pada masyarakat agar dapat dinilai secara jernih dan utuh. Dan fokus kepada perkembangan dan kemajuan perguruan pencak silat tradisional. Sosialisasi ini juga saya lakukan dengan selalu menghimbau kepada para teman penggiat dan aktivis silat untuk mulai mewujudkan jargon BERSILAT DENGAN SANTUN.
Lantas apa masalah nya dengan hingar bingarnya pencak silat diinternet? bagi saya hanya ada satu pertanyaan : SIAPA BUTUH SIAPA?
PENCAK SILAT BUTUH KITA, ATAU KITA YANG BUTUH PENCAK SILAT?

Comments

  1. tulisan yg bagus bang.. :)
    #bantu naikin rating :D

    ReplyDelete

Post a Comment

terima kasih telah berkunjung ke FORUM SILAT dan membaca artikel ini. Sangat menyenangkan apabila ada jejak yang tertinggal berupa komentar, saran maupun kritik, sehingga kita lebih dapat saling mengenal. So, jangan ragu untuk berkomentar di sini

Popular posts from this blog

PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA)

Profil | Perguruan | PENCAK SILAT PANDAWA

Berikut ini adalah sebuah profil lengkap perguruan pencak silat yang saya kutip dari blog PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA)


About PPS PANDAWA
PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA) P A N D A W A disini mempunyai arti ataupun makna sbb  :         P       :    huruf pertama dari PAMILI         A      :    huruf pertama dari ANU         N      :    huruf pertama dari NUNGTUT D      :    huruf pertama dari DI A      :    huruf pertama dari ALAJAR W    :    huruf pertama dari WALAGRI A      :    huruf pertama dari  ATI
Apabila digabung mempunyai arti  :  Pamili Anu Nungtut Di Alajar Walagri Ati yang diambil dari bahasa Sunda yang mempunyai arti  :  Persaudaraan dalam Ajaran Waras Ati atau Keluarga/Handaitaulan yang menuntut ilmu untuk belajar/berlatih agar Hati menjadi Sehat, Tentram dan Hati menjadi Lurus Suci.
Setelah mengetahui akan arti Pencak Silat Pandawa dan tujuannya, jangan sekali-kali melanggar ajaran dan aturan yang dikeluarkan oleh …

DAFTAR CABANG/SEKRETARIAT & TEMPAT LATIHAN PENCAK SILAT LBD SINAR PUTIH

sumber grup face book LBD SINAR PUTIH BALIKPAPAN : BPK. DJOKO SUDARSONO, KOMP. BANDAR UDARA SEPINGGAN, BALIKPAPAN KAL-TIM (0542) 65080
BANDA ACEH : BKPN, JL. TENGKU MOLEM NO. 20 BANDA ACEH (0651) 33616
BANDAR LAMPUNG : – BPK. DRS. HENDAYA, JL. JEND. SUDIRMAN 75 PAHOMAN, BANDAR LAMPUNG 0721-266087
- KOMPLEK PERUM. KORPRI BLOK D9 SUKARAME
- JL. DIPONEGORO NO. 144 A TELUK BETUNG, BANDAR LAMPUNG
BANDUNG : JL. SRAGEN NO. 7 ANTAPANI, BANDUNG (022) 70499001
BANGIL : JL. SUPRIYADI NO. 44A POGAR, BANGIL, PASURUAN (0343) 741486- UNIT DERMO : S. BUDIONO, JL. CUCUT 168 BANGIL (0343) 747741 / 747055BANJARMASIN : BPK. HERI HERJADI, FKIP UNIVERSITAS LAMBUNGMANGKURAT, JL. BRIGJEN H. HASAN BASRY (0511) 57364
BANTUL (PUSAT) : BPK. SUSANTO TANUWIJAYA JL. IMOGIRI KM. 5 WOJO, SEWON, BANTUL
BANYUWANGI : BPK. DRG. GARDJITO, JL BRAWIJAYA NO 3 BANYUWANGI 68415 (033) 424478
BATAM : BPK. MOCH. AMINUDIN HADI, TIBAN HOUSING B4-10 RT 01 RW 8, KEC. SEKUPANG, BATAM 29425 (0778) 324344
BIAK : BPK. SIMIN JL. MERPATI NO. 4, BIAK …

Bang Husin Jawara Golok Seliwa

Profil Guru Silat | Bang Husin | Golok Seliwa | Silat Betawi


Bagi para praktisi dan pemerhati Silat Betawi, umumnya pasti mengenal sosok yang satu ini, BANG HUSIN, jawara, guru besar dan pewaris satu-satunya maenan betawi yang berciri khas keahlian memainkan golok. Goloknya tidak sembarang golok, tapi golok yang ukurannya disesuaikan dengan pemakai. Ukuran standarnya adalah sepanjang lengan bawah  pemakai ditambah 3 jari.
gambar golok



Husin bin Husni, itulah nama beliau, ada yang memanggil Bang Husin, ada juga yang menyebut Babe Husin. Dibalik kehaliannya memainkan golok dengan kecepatan yang sulit diikuti mata, Bang Husin adalah sosok yang ramah, humoris dan cukup gaul.