Skip to main content

Yang mengajar dan yang diajar sama-sama Belajar

Memberi dan menerima dalam belajar silat adalah sunatullah



Judul di atas saya ambil dari obrolan dengan seorang teman sesama pecinta silat, pada suatu kesempatan. Saya menjadi tertarik dengan pernyataan ini karena  :
"Belajar adalah suatu kodrat manusia yang tidak bisa dielakan, bagaimanapun bentuk dan caranya. Secara naluri sejak bayi kita sudah belajar menarik perhatian orang tua (atau orang lain) dengan cara menangis apabila kita lapar, haus, risih karena kotor, terganggu, tidak nyaman, dan sebagainya. Selanjutnya kita belajar merangkak, berdiri, berjalan, bicara, dan seterus nya sampai memasuki usia sekolah. Bahkan kita terus belajar sampai usia dewasa melalui pendidikan formal maupun non formal, dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Dalam interaksi sehari-hari, sebenar nya kita  mengalami proses saling belajar. Apakah kita menyadari hal ini atau tidak, itu adalah persoalan lain."
Begitu pula halnya dengan pencak silat, dalil umum yang berlaku apabila seseorang ingin “bisa” adalah BELAJAR. Sebagaimana hukum keseimbangan alam, maka apabila seseorang belajar, maka harus ada yang mengajar. Sampai saat ini saya masih belum meyakini sepenuh nya ada seseorang yang mampu menguasai pencak silat secara autodidak. Lain hal nya kalau aspek mistis sudah berbicara, karena itu sudah berada di luar koridor logika.
Dari secuil pengalaman saya belajar silat, bertemu dan bergaul dengan beberapa guru silat, para master tersebut rata-rata mengakui bahwa mereka banyak mendapat tambahan ilmu justru setelah MENGAJAR. Hal ini bisa terjadi karena setiap person mempunyai karakter, tenaga, bakat, hobi yang tidak sama. Paling tidak, apabila seorang guru silat mempunyai 10 orang murid maka beliau sudah belajar untuk mengenal 10 karakter.
Terlebih lagi para guru yang mengajar silat dengan penekanan pada “olah rasa”, makin banyak murid, makin banyak pula “perbendaharaan rasa” yang dimiliki sang guru. Sebagai murid, saya dengan yakin mengamini logika ini. 
Dengan bermodal rasa ingin tau (dan selalu ingin tau), saya mecoba menerima satu-dua orang teman yang ingin belajar bersama, dengan niat berbagi sedikit pengalaman. Dan benar, tanpa menunggu waktu lama saya sudah mendapatkan banyak pelajaran dengan belajar dari teman-teman yang kata nya ingin belajar pada saya. Kebetulan juga, guru-guru saya tidak hanya mengajarkan Silat/maenpo, tapi juga mengajar saya bagaimana cara mengajar.
Apa saja yang saya pelajari dari pengalaman mengajar ini? banyak sekali, paling tidak :
  1. Bahwa mengajar itu tidak mudah, jadi saya belajar bagaimana cara mengajar
  2. Belajar menemukan cara yang paling cocok untuk setiap individu
  3. Belajar mengenali dan memahami karakter
  4. Belajar memberikan materi sesederhana mungkin, agar makin mudah diterima.
  5. Dan, paling tidak saya belajar menunggu mereka datang, walaupun bukan jarang setelah menunggu sampai malam baru ada kabar via sms dengan bunyi : “Bang, maaf ya malam ini kita2 ga bisa dateng karena capek abis begadang…” :D
Wassalam
forum silat + ochid aj

Comments

Popular posts from this blog

PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA)

Profil | Perguruan | PENCAK SILAT PANDAWA

Berikut ini adalah sebuah profil lengkap perguruan pencak silat yang saya kutip dari blog PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA)


About PPS PANDAWA
PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA) P A N D A W A disini mempunyai arti ataupun makna sbb  :         P       :    huruf pertama dari PAMILI         A      :    huruf pertama dari ANU         N      :    huruf pertama dari NUNGTUT D      :    huruf pertama dari DI A      :    huruf pertama dari ALAJAR W    :    huruf pertama dari WALAGRI A      :    huruf pertama dari  ATI
Apabila digabung mempunyai arti  :  Pamili Anu Nungtut Di Alajar Walagri Ati yang diambil dari bahasa Sunda yang mempunyai arti  :  Persaudaraan dalam Ajaran Waras Ati atau Keluarga/Handaitaulan yang menuntut ilmu untuk belajar/berlatih agar Hati menjadi Sehat, Tentram dan Hati menjadi Lurus Suci.
Setelah mengetahui akan arti Pencak Silat Pandawa dan tujuannya, jangan sekali-kali melanggar ajaran dan aturan yang dikeluarkan oleh …

DAFTAR CABANG/SEKRETARIAT & TEMPAT LATIHAN PENCAK SILAT LBD SINAR PUTIH

sumber grup face book LBD SINAR PUTIH BALIKPAPAN : BPK. DJOKO SUDARSONO, KOMP. BANDAR UDARA SEPINGGAN, BALIKPAPAN KAL-TIM (0542) 65080
BANDA ACEH : BKPN, JL. TENGKU MOLEM NO. 20 BANDA ACEH (0651) 33616
BANDAR LAMPUNG : – BPK. DRS. HENDAYA, JL. JEND. SUDIRMAN 75 PAHOMAN, BANDAR LAMPUNG 0721-266087
- KOMPLEK PERUM. KORPRI BLOK D9 SUKARAME
- JL. DIPONEGORO NO. 144 A TELUK BETUNG, BANDAR LAMPUNG
BANDUNG : JL. SRAGEN NO. 7 ANTAPANI, BANDUNG (022) 70499001
BANGIL : JL. SUPRIYADI NO. 44A POGAR, BANGIL, PASURUAN (0343) 741486- UNIT DERMO : S. BUDIONO, JL. CUCUT 168 BANGIL (0343) 747741 / 747055BANJARMASIN : BPK. HERI HERJADI, FKIP UNIVERSITAS LAMBUNGMANGKURAT, JL. BRIGJEN H. HASAN BASRY (0511) 57364
BANTUL (PUSAT) : BPK. SUSANTO TANUWIJAYA JL. IMOGIRI KM. 5 WOJO, SEWON, BANTUL
BANYUWANGI : BPK. DRG. GARDJITO, JL BRAWIJAYA NO 3 BANYUWANGI 68415 (033) 424478
BATAM : BPK. MOCH. AMINUDIN HADI, TIBAN HOUSING B4-10 RT 01 RW 8, KEC. SEKUPANG, BATAM 29425 (0778) 324344
BIAK : BPK. SIMIN JL. MERPATI NO. 4, BIAK …

Bang Husin Jawara Golok Seliwa

Profil Guru Silat | Bang Husin | Golok Seliwa | Silat Betawi


Bagi para praktisi dan pemerhati Silat Betawi, umumnya pasti mengenal sosok yang satu ini, BANG HUSIN, jawara, guru besar dan pewaris satu-satunya maenan betawi yang berciri khas keahlian memainkan golok. Goloknya tidak sembarang golok, tapi golok yang ukurannya disesuaikan dengan pemakai. Ukuran standarnya adalah sepanjang lengan bawah  pemakai ditambah 3 jari.
gambar golok



Husin bin Husni, itulah nama beliau, ada yang memanggil Bang Husin, ada juga yang menyebut Babe Husin. Dibalik kehaliannya memainkan golok dengan kecepatan yang sulit diikuti mata, Bang Husin adalah sosok yang ramah, humoris dan cukup gaul.