Skip to main content

Untuk apa belajar silat?

Ini pertenyaan umum yang sering saya dengar, saya liat, saya baca, dan banyak juga didiskusikan di dunia maya; untuk apa belajarsilat? apa tujuan belajar silat? dan pertanyaan-pertanyaan sejenis.

Jawabannya beragam, dan umum nya seragam, bagus-bagus, indah-indah pula, dan cederung idealis, yaitu antara lain:
  1. untuk melestarikan pencak silat
  2. sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya dan warisan para pendahulu
  3. untuk olahraga supaya sehat
  4. untuk membela diri
  5. dan, begitulah… :D

Saya tidak berminat untuk membahas  jawaban-jawaban tersebut, karena masing-masing orang punya pandangan dan pendapat pribadi.
Hanya saja, menurut saya jawaban2 bagus dan idealis di atas tidak sejalan dengan pertanyaannya. Padahal pertanyaan “untuk apa belajar silat, apa tujuan belajar silat, dan sebangsanya” itu menurut saya jawaban yang paling tepat dan sederhana adalah : SUPAYA BISA DAN MENGERTI.
Sama saja dengan niat dan tujuan belajar apapun dalam bidang apapun ya supaya bisa dan mengerti. Belajar nyetir mobil ya supaya bisa menyetir dan mengerti peraturan lalu lintas. Belajar bahasa asing supaya bisa komunikasi dalam bahasa asing, begitu pula dengan belajar memasak, belajar menjahit, belajar naik sepeda dan belajar APAPUN, adalah untuk bisa dan mengerti. That’s it.
Kita belajar silat adalah agar bisa bersilat dan mengerti konsep, teknik dan kaidah-kaidah nya. “Bisa dan mengerti” itulah tujuan kita belajar, oleh karena itu jangan berhenti belajar sebelum tercapai tujuan itu.
Setelah bisa dan mengerti, ya selanjut nya terserah anda.
Wassalam

Comments

  1. saya mulai kenal dan belajar silat ketika 'ngenger' di rumah kakek pas SMP kelas 1. setelah itu saya suka brantem hehehe.

    mungkin karena jengkel, kakek kemudian 'nuturi' & pertanyaan awal beliau ya itu

    'Untuk apa belajar silat?"

    "untuk bela diri" jawab saya dengan pede-nya.

    Kakek rada marah waktu itu, yg kata beliau kira kira begini "bela diri apanya? orang yang bela diri itu hanya mukul untuk bertahan, lha wong kamu itu lebih sering cari gara2 ke orang lain" saya emang rada biang kerok waktu kecil dulu.

    Setelah itu kakek berhotbah .. yang isinya kemudian mengubah cara pandang saya tentang belajar silat. yang intinya - Banyak orang belajar silat & ilmu bela diri lainnya, tapi mereka 'lupa' dengan saripati ilmu silat itu sendiri .. yaitu Belajar Silat (Bela Diri) untuk menjadi seseorang TAHU DIRI.

    Wow. "Alangkah megahnya budaya silat bangsa ini" pikir saya saat itu dan sampai sekarang

    ReplyDelete
  2. waah... ini kisah yg menarik kang. trims udah ikut berbagi.
    setuju bdan betul sekali petuah KAKEK itu
    "tapi mereka 'lupa' dengan saripati ilmu silat itu sendiri .. yaitu Belajar Silat (Bela Diri) untuk menjadi seseorang TAHU DIRI."

    untuk bisa menemukan SARI PATI dan menjadi orang yang TAHU DIRI itulah, maka kita belajar SILAT sampai "BISA dan MENGERTI". saya sendiri masih jauh dari taraf BISA dan MENGERTI ini, maka itu saya terus belajar. MAkin be;ajar makin merasa ga BISA dan GA MENGERTI :D

    sekedar sharing :
    ada satu kaedah/pedoman/prinsip dalam salah satu aliran silat dari jawa barat yaitu kaedah/konsep mengukur, membendung, menolak, menerima tenaga lawan. Dalam tahap awal kita belajar mengukur tenaga lawan (tenaga dalam pengertian fisik-bukan tenaga dalam atau metafisik), belajar membendung tenaga lawan, menolak tenaga lawan atau menerima. semua itu dilatih dan dipelajari secara fisik dengan kontak fisik (menempel atau napel dalam istilah sunda). karena latihan yg terus menerus lama2 kita akan bisa membaca tenaga lawan, untuk kita tolak, kita bendung atau kita terima.
    pada tahap selanjutnya kita akan BISA secara reflek membaca tenaga dan bereaksi sesuai apa yg kita mau.
    pelajaran berikutnya adalah berusaha mengerti dan memahami kaedah/konsep tersebut. Pada aplikasinya penguasaan konsep ini membuat orang bisa memanipulasi tenaga lawan.
    Tahap awal dari pelajaran ini adalah kemampuan membaca, mengolah dan memanipulasi tenaga lawan. Setelah itu mampu membaca arah tenaga. Pada tingkat lanjut penguasaan akan kaedah ini membuat orang mampu membaca "niat" lawan. Latian dan belajar terus menerus membuat orang mampu "menguasai" lawan.
    Pada tahap akhir, pemahaman yg mendalam akan kaedah ini digunakan bukan untuk melawan orang lain. Tetapi untuk melawan DIRI SENDIRI. Mampu membaca, membendung dan menolak hawa nafsu yg datang dari diri sendiri.

    mungkin ada kesamaan filsofi antara kaedah ini dengan petuah Kakek di atas : "Belajar Silat (Bela Diri) untuk menjadi seseorang TAHU DIRI."

    wallahu alam-karena saya juga masih terus belajar
    :)

    ReplyDelete
  3. Semoga setelah bisa dan mengerti tentang silat dapat menjadikan seorang pesilat menjadi lebih baik dari sebelumnya.

    ReplyDelete

Post a Comment

terima kasih telah berkunjung ke FORUM SILAT dan membaca artikel ini. Sangat menyenangkan apabila ada jejak yang tertinggal berupa komentar, saran maupun kritik, sehingga kita lebih dapat saling mengenal. So, jangan ragu untuk berkomentar di sini

Popular posts from this blog

PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA)

Profil | Perguruan | PENCAK SILAT PANDAWA

Berikut ini adalah sebuah profil lengkap perguruan pencak silat yang saya kutip dari blog PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA)


About PPS PANDAWA
PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA) P A N D A W A disini mempunyai arti ataupun makna sbb  :         P       :    huruf pertama dari PAMILI         A      :    huruf pertama dari ANU         N      :    huruf pertama dari NUNGTUT D      :    huruf pertama dari DI A      :    huruf pertama dari ALAJAR W    :    huruf pertama dari WALAGRI A      :    huruf pertama dari  ATI
Apabila digabung mempunyai arti  :  Pamili Anu Nungtut Di Alajar Walagri Ati yang diambil dari bahasa Sunda yang mempunyai arti  :  Persaudaraan dalam Ajaran Waras Ati atau Keluarga/Handaitaulan yang menuntut ilmu untuk belajar/berlatih agar Hati menjadi Sehat, Tentram dan Hati menjadi Lurus Suci.
Setelah mengetahui akan arti Pencak Silat Pandawa dan tujuannya, jangan sekali-kali melanggar ajaran dan aturan yang dikeluarkan oleh …

Bang Husin Jawara Golok Seliwa

Profil Guru Silat | Bang Husin | Golok Seliwa | Silat Betawi


Bagi para praktisi dan pemerhati Silat Betawi, umumnya pasti mengenal sosok yang satu ini, BANG HUSIN, jawara, guru besar dan pewaris satu-satunya maenan betawi yang berciri khas keahlian memainkan golok. Goloknya tidak sembarang golok, tapi golok yang ukurannya disesuaikan dengan pemakai. Ukuran standarnya adalah sepanjang lengan bawah  pemakai ditambah 3 jari.
gambar golok



Husin bin Husni, itulah nama beliau, ada yang memanggil Bang Husin, ada juga yang menyebut Babe Husin. Dibalik kehaliannya memainkan golok dengan kecepatan yang sulit diikuti mata, Bang Husin adalah sosok yang ramah, humoris dan cukup gaul.

DAFTAR CABANG/SEKRETARIAT & TEMPAT LATIHAN PENCAK SILAT LBD SINAR PUTIH

sumber grup face book LBD SINAR PUTIH BALIKPAPAN : BPK. DJOKO SUDARSONO, KOMP. BANDAR UDARA SEPINGGAN, BALIKPAPAN KAL-TIM (0542) 65080
BANDA ACEH : BKPN, JL. TENGKU MOLEM NO. 20 BANDA ACEH (0651) 33616
BANDAR LAMPUNG : – BPK. DRS. HENDAYA, JL. JEND. SUDIRMAN 75 PAHOMAN, BANDAR LAMPUNG 0721-266087
- KOMPLEK PERUM. KORPRI BLOK D9 SUKARAME
- JL. DIPONEGORO NO. 144 A TELUK BETUNG, BANDAR LAMPUNG
BANDUNG : JL. SRAGEN NO. 7 ANTAPANI, BANDUNG (022) 70499001
BANGIL : JL. SUPRIYADI NO. 44A POGAR, BANGIL, PASURUAN (0343) 741486- UNIT DERMO : S. BUDIONO, JL. CUCUT 168 BANGIL (0343) 747741 / 747055BANJARMASIN : BPK. HERI HERJADI, FKIP UNIVERSITAS LAMBUNGMANGKURAT, JL. BRIGJEN H. HASAN BASRY (0511) 57364
BANTUL (PUSAT) : BPK. SUSANTO TANUWIJAYA JL. IMOGIRI KM. 5 WOJO, SEWON, BANTUL
BANYUWANGI : BPK. DRG. GARDJITO, JL BRAWIJAYA NO 3 BANYUWANGI 68415 (033) 424478
BATAM : BPK. MOCH. AMINUDIN HADI, TIBAN HOUSING B4-10 RT 01 RW 8, KEC. SEKUPANG, BATAM 29425 (0778) 324344
BIAK : BPK. SIMIN JL. MERPATI NO. 4, BIAK …