Skip to main content

Adab-adab pada Guru Beladiri

Artikel repo
H. Ceng Suryana
Guru



Setiap ilmu beladiri yang dituangkan guru kepada kita, sesungguhnya ada perjuangan di baliknya.
Sebelum dapat kita timba ilmunya, seorang guru harus belajar sekian lama. Bermodal tenaga, pikiran, waktu, dan harta. Jenjang demi jenjang dan berbagai halangan dia lalui untuk menguasai ilmu. Cidera dan luka mungkin menjadi makanan sehari-hari.
Saat guru memutuskan untuk mengajarkan ilmunya pun, masih ada usaha yang harus ditempuhnya. Membuat urut-urutan pelajaran, menyiapkan tempat, dan meluangkan waktu. Mungkin juga harus ijin ke lingkungan sekitar tempat ia mengajar.
Kemudian kita dan beliau dipertemukan. Barulah guru menuangkan ilmu demi ilmu. Nah, bukankah sangat banyak kebaikan ilmu yang telah kita terima dari guru kita?
Semua itu sulit bagi kita untuk bisa membalasnya. Kebaikan ilmu itu tiada tara. Maka sangat layak jika guru kita perlakukan dengan baik.
Beberapa Adab pada Guru
  1. Datang tampak muka, pergi tampak punggung.
    Meminta baik-baik saat ingin berguru. Jika suatu saat harus berhenti belajar (misalnya karena sakit), berpamitan baik-baik dan dengan jujur jelaskan alasannya.
  2. Mendoakan guru.
    Selalu mendoakan kebaikan untuk guru, atas ilmu yang telah diberikan.
  3. Bayar iuran.
    Baik belajar di perguruan atau secara privat, penuhilah jika guru menentukan iuran dalam jumlah tertentu. Jika belum/tidak bisa membayar, bilang terus terang.
  4. Mengakui sumber ilmu.
    Meski suatu saat kita lebih hebat dari guru kita, jangan pernah menghilangkan perannya. Akui dari siapa kita mendapatkan ilmu.
  5. Memperlakukannya dengan baik.
    Misalnya dengan bertutur kata santun, menghormatinya, bersikap sopan, memanggilnya dengan panggilan yang baik. Pun  tetap hormati jika usia guru lebih muda dari kita.
  6. Bertanya dengan cara yang baik dan dengan niat yang baik.
    Bertanya dengan maksud untuk menambah pengetahuan, bukan untuk iseng atau mendebat. Lihat keadaan, cari waktu bertanya saat guru sedang tidak sibuk. Juga jangan tanyakan yang aneh-aneh seperti: teknik bantingan apa yang efektif digunakan di bulan yang gravitasinya lebih rendah dari bumi? Dan jangan bertanya dengan tujuan untuk menjilat, mencari simpati, mendapatkan pujian.
  7. Mengingatkan dengan santun saat guru salah.
    Seperti umumnya manusia, guru kadang bisa salah. Tugas murid untuk mengingatkannya dengan santun. Carilah waktu dan tempat yang baik, jangan diingatkan di depan umum.
  8. Tengok saat kesusahan.
    Saat guru sakit atau terkena musibah, tengoklah. Mungkin ada yang bisa kita bantu. Setidaknya kehadiran kita bisa menyenangkan hatinya.
  9. Rajin latihan.
    Rajin datang di waktu-waktu yang sudah disepakati untuk berlatih, akan membuat hati guru menjadi senang. Seperti kita, guru juga harus meluangkan waktunya untuk bisa hadir.
Semoga kita selalu bisa menjaga adab yang baik pada guru. Jangan sampai seperti saya, yang pernah menyinggung hati guru-guru saya.

Comments

  1. Manawi aya info kang, upami bade latihan silat cimande di bandung tiasa ngahubungi saha panginten?

    ReplyDelete
  2. Manawi infona kang, upami bade latihan silat cimande di bandung tiasa ngahubungi saha panginten?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kontak garis paksi di https://www.facebook.com/garispaksi?fref=ts

      Delete

Post a Comment

terima kasih telah berkunjung ke FORUM SILAT dan membaca artikel ini. Sangat menyenangkan apabila ada jejak yang tertinggal berupa komentar, saran maupun kritik, sehingga kita lebih dapat saling mengenal. So, jangan ragu untuk berkomentar di sini

Popular posts from this blog

PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA)

Profil | Perguruan | PENCAK SILAT PANDAWA

Berikut ini adalah sebuah profil lengkap perguruan pencak silat yang saya kutip dari blog PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA)


About PPS PANDAWA
PERGURUAN PENCAK SILAT PANDAWA (PPS PANDAWA) P A N D A W A disini mempunyai arti ataupun makna sbb  :         P       :    huruf pertama dari PAMILI         A      :    huruf pertama dari ANU         N      :    huruf pertama dari NUNGTUT D      :    huruf pertama dari DI A      :    huruf pertama dari ALAJAR W    :    huruf pertama dari WALAGRI A      :    huruf pertama dari  ATI
Apabila digabung mempunyai arti  :  Pamili Anu Nungtut Di Alajar Walagri Ati yang diambil dari bahasa Sunda yang mempunyai arti  :  Persaudaraan dalam Ajaran Waras Ati atau Keluarga/Handaitaulan yang menuntut ilmu untuk belajar/berlatih agar Hati menjadi Sehat, Tentram dan Hati menjadi Lurus Suci.
Setelah mengetahui akan arti Pencak Silat Pandawa dan tujuannya, jangan sekali-kali melanggar ajaran dan aturan yang dikeluarkan oleh …

DAFTAR CABANG/SEKRETARIAT & TEMPAT LATIHAN PENCAK SILAT LBD SINAR PUTIH

sumber grup face book LBD SINAR PUTIH BALIKPAPAN : BPK. DJOKO SUDARSONO, KOMP. BANDAR UDARA SEPINGGAN, BALIKPAPAN KAL-TIM (0542) 65080
BANDA ACEH : BKPN, JL. TENGKU MOLEM NO. 20 BANDA ACEH (0651) 33616
BANDAR LAMPUNG : – BPK. DRS. HENDAYA, JL. JEND. SUDIRMAN 75 PAHOMAN, BANDAR LAMPUNG 0721-266087
- KOMPLEK PERUM. KORPRI BLOK D9 SUKARAME
- JL. DIPONEGORO NO. 144 A TELUK BETUNG, BANDAR LAMPUNG
BANDUNG : JL. SRAGEN NO. 7 ANTAPANI, BANDUNG (022) 70499001
BANGIL : JL. SUPRIYADI NO. 44A POGAR, BANGIL, PASURUAN (0343) 741486- UNIT DERMO : S. BUDIONO, JL. CUCUT 168 BANGIL (0343) 747741 / 747055BANJARMASIN : BPK. HERI HERJADI, FKIP UNIVERSITAS LAMBUNGMANGKURAT, JL. BRIGJEN H. HASAN BASRY (0511) 57364
BANTUL (PUSAT) : BPK. SUSANTO TANUWIJAYA JL. IMOGIRI KM. 5 WOJO, SEWON, BANTUL
BANYUWANGI : BPK. DRG. GARDJITO, JL BRAWIJAYA NO 3 BANYUWANGI 68415 (033) 424478
BATAM : BPK. MOCH. AMINUDIN HADI, TIBAN HOUSING B4-10 RT 01 RW 8, KEC. SEKUPANG, BATAM 29425 (0778) 324344
BIAK : BPK. SIMIN JL. MERPATI NO. 4, BIAK …

Bang Husin Jawara Golok Seliwa

Profil Guru Silat | Bang Husin | Golok Seliwa | Silat Betawi


Bagi para praktisi dan pemerhati Silat Betawi, umumnya pasti mengenal sosok yang satu ini, BANG HUSIN, jawara, guru besar dan pewaris satu-satunya maenan betawi yang berciri khas keahlian memainkan golok. Goloknya tidak sembarang golok, tapi golok yang ukurannya disesuaikan dengan pemakai. Ukuran standarnya adalah sepanjang lengan bawah  pemakai ditambah 3 jari.
gambar golok



Husin bin Husni, itulah nama beliau, ada yang memanggil Bang Husin, ada juga yang menyebut Babe Husin. Dibalik kehaliannya memainkan golok dengan kecepatan yang sulit diikuti mata, Bang Husin adalah sosok yang ramah, humoris dan cukup gaul.